PKL di UMKM untuk Pemula: Dasar Bisnis dan Keuangan yang Wajib Diketahui
PKL di UMKM sangat cocok untuk pemula yang ingin belajar bisnis dari dasar. Artikel ini disusun oleh PKL Susu.
Kenapa PKL UMKM Cocok untuk Pemula?
Karena proses bisnisnya sederhana dan mudah dipahami.
Dasar Bisnis yang Dipelajari
Dasar Keuangan UMKM
Peserta PKL belajar mencatat keuangan dan memahami arus kas.
PKL di UMKM: Kenyataan yang Tidak Tertulis di Modul Sekolah
PKL di UMKM sering dianggap sekadar kewajiban akademik. Datang, absen, bantu-bantu, lalu pulang. Namun bagi saya, PKL di UMKM justru menjadi pengalaman pertama memahami bagaimana bisnis benar-benar bertahan hidup. Bukan teori yang rapi, melainkan keputusan cepat, uang pas-pasan, dan kesalahan kecil yang langsung terasa dampaknya.
Artikel ini ditulis dari sudut pandang lapangan—bukan dari buku teks—agar pemula yang akan PKL di UMKM tidak datang dengan ekspektasi keliru.
Kenapa PKL di UMKM Lebih “Keras” Tapi Lebih Jujur?
Berbeda dengan perusahaan besar yang punya SOP tebal, UMKM berjalan dengan logika sederhana: hari ini harus tetap untung, besok jangan mati. Itu sebabnya PKL di UMKM terasa lebih menantang.
1. Tidak Ada Posisi yang Benar-Benar “Kecil”
Di UMKM, Anda mungkin diminta mencatat stok pagi hari, melayani pelanggan siang hari, lalu menghitung uang di malam hari. Awalnya terasa tidak terarah, tetapi justru di situlah pemahaman bisnis terbentuk.
- Anda belajar alur uang secara nyata
- Kesalahan langsung terlihat hasilnya
- Keputusan kecil berdampak besar
2. Pemilik UMKM Bukan Bos, Tapi Operator Utama
Banyak pemula datang dengan asumsi pemilik UMKM hanya mengawasi. Faktanya, merekalah kasir, marketing, purchasing, dan HR sekaligus. Dari sini, satu pelajaran penting muncul: bisnis kecil hidup dari efisiensi, bukan gengsi.
Dasar Bisnis UMKM yang Wajib Dipahami Saat PKL
Memahami Produk: Jangan Hanya Jual, Tapi Tahu Alasannya
Kesalahan umum peserta PKL adalah hanya tahu “apa yang dijual”, bukan “mengapa produk itu laku”. Cobalah bertanya:
- Kenapa harga produk A tidak bisa naik?
- Kenapa pelanggan lebih suka ukuran tertentu?
- Produk mana yang paling sering rugi tapi tetap dijual?
Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini sering lebih berharga daripada satu semester teori kewirausahaan.
Pasar UMKM Itu Spesifik, Bukan Umum
UMKM jarang menyasar “semua orang”. Mereka hidup dari segmen sempit tapi loyal. Saat PKL, perhatikan:
- Jam ramai yang tidak masuk logika buku
- Jenis pelanggan yang paling cerewet tapi paling setia
- Diskon kecil yang justru meningkatkan repeat order
Dasar Keuangan UMKM: Bagian yang Paling Sering Disalahpahami
Keuangan UMKM Tidak Sama dengan Akuntansi Sekolah
Di lapangan, pencatatan keuangan UMKM sering sederhana—bahkan terlalu sederhana. Namun bukan berarti tidak penting.
Saya pernah melihat UMKM dengan omzet besar tapi selalu kehabisan uang tunai. Penyebabnya satu: uang usaha bercampur dengan uang pribadi.
Hal Keuangan yang Wajib Anda Perhatikan Saat PKL
- Pemisahan uang pribadi dan kas usaha
- Alur uang masuk harian, bukan bulanan
- Biaya kecil yang sering tidak dicatat (plastik, parkir, ongkir)
Untung Itu Bukan Sisa Uang
Banyak UMKM menganggap untung adalah uang yang tersisa di laci. Padahal secara logika bisnis, itu keliru.
Saat PKL, cobalah pahami:
- Mana uang modal yang tidak boleh disentuh
- Mana uang operasional harian
- Mana uang yang benar-benar laba
Kesadaran ini sering baru muncul setelah usaha hampir tumbang—dan sayangnya, itu sering terjadi.
Pelajaran Mental yang Jarang Dibahas Tapi Sangat Nyata
UMKM Tidak Tumbuh Cepat, Tapi Konsisten
Banyak konten online menggambarkan UMKM sukses dalam hitungan bulan. Realitanya, sebagian besar UMKM bertahan karena tidak menyerah, bukan karena strategi canggih.
Melihat pemilik UMKM tetap buka meski omzet turun adalah pelajaran mental yang tidak diajarkan di kelas.
Kesalahan adalah Bagian dari Sistem
Saat PKL, Anda mungkin melakukan kesalahan: salah hitung, salah catat, salah bicara ke pelanggan. Di UMKM, kesalahan itu langsung terasa—dan justru itu pembelajaran paling cepat.
Opini Jujur: PKL di UMKM Lebih Berguna daripada Magang “Bergengsi”
Ini opini pribadi, tapi layak dipertimbangkan. PKL di UMKM mungkin tidak terlihat keren di CV, tetapi pemahaman bisnisnya jauh lebih membumi.
Jika suatu hari Anda ingin membuka usaha sendiri, pengalaman PKL di UMKM akan terasa relevansinya—bahkan setelah bertahun-tahun.
Ide Tambahan yang Jarang Dibahas Peserta PKL
- Mencatat keputusan bisnis harian pemilik UMKM
- Mengamati produk yang dihentikan, bukan hanya yang laku
- Mempelajari cara UMKM bertahan saat sepi pelanggan
Baca Juga
- Blogger Tips: Secrets to Successful Blogging
- Blogging Tricks: How to Make Money from Blogging
- Earning Money from Blogging Effectively
- Google AdSense Blog Monetization Guide
- Why Google Crawls Your Website but…
- Cara Membuat Blog dan Keuntungannya
Penutup
PKL di UMKM bukan tentang nilai akhir, tetapi tentang pemahaman nyata. Jika Anda datang dengan rasa ingin tahu—bukan hanya ingin menyelesaikan kewajiban—pengalaman ini akan menjadi fondasi bisnis yang sulit tergantikan.
Kesimpulan
PKL di UMKM memberi bekal bisnis dan keuangan sejak dini. Kunjungi PKL Susu untuk artikel PKL lainnya.

0 Comments:
Posting Komentar
Punya pendapat, pengalaman, atau pertanyaan seputar topik ini?
Silakan tinggalkan komentar yang relevan dengan artikel.
Komentar yang berkualitas membantu diskusi semakin hidup dan bisa jadi tambahan insight buat pembaca lain.
🚫 Mohon hindari link aktif, spam, atau promosi berlebihan. Semua komentar akan dimoderasi dulu sebelum tampil.
🙏 Terima kasih sudah ikut berbagi ide di blog ini PKL SUSU. Diskusi sehat = ilmu makin luas.